Logo Beasiswa Global Beasiswa Global

Tips Memilih Jurusan Studi

Spread the love

Tips Memilih Jurusan Studi

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik untuk jenjang S1 atau S2, tentu memerlukan persiapan yang matang yang meliputi banyak hal, seperti fisik, mental dan material karena belajar di universitas sangat berbeda dengan belajar di sekolah. Saat bersekolah kita bisa mempelajari banyak bidang dan mata pelajaran sehingga kita cenderung jarang merasa bosan, sedangkan saat berkuliah, kita perlu fokus di satu bidang jurusan tertentu sepanjang masa kuliah yang tidak sebentar. 

Karena itu, para calon mahasiswa sangat disarankan untuk memilih jurusan yang terbaik bagi diri mereka sendiri agar bisa bertahan di dunia perkuliahan dan melakukan yang terbaik. Seringkali, masalah perkuliahan yang dialami oleh mahasiswa disebabkan oleh ketidakcocokan terhadap jurusan yang dipilih di awal. Masalah ini dapat mengakibatkan studi mahasiswa tersebut tersendat, terbengkalai, atau bahkan terhenti. Masalah akan menjadi lebih besar lagi kalau mahasiswa tersebut melanjutkan studinya di luar daerah asal atau bahkan luar negeri.

Nah, tentu kamu tidak ingin hal tersebut terjadi pada diri kamu sendiri, kan? Pastikan kamu membaca tips memilih jurusan studi berikut ini sampai selesai ya, supaya nanti kamu tidak salah pilih dan bisa menyelesaikan studi dengan sebaik mungkin.

Tentukan minat

Menentukan minat adalah hal yang paling penting. Kamu harus mempertimbangkan minat kamu karena pendidikan di bangku perkuliahan berlangsung lama, untuk S1 rata-rata selama 4 tahun. Kamu perlu memastikan bahwa selama 4 tahun itu, kamu mempelajari dan melakukan hal-hal yang sesuai dengan minat kamu sehingga membuat kamu lebih nyaman dan tidak merasa terpaksa. Ibaratnya, kamu sedang mempelajari tentang hobi atau hal yang kamu sukai. Yang perlu diingat, kamu bahkan bisa menggabungkan beberapa minat kamu menjadi satu pilihan jurusan lho, pasti seru deh!

Contohnya, kamu sangat suka dengan pelajaran IPA dan juga punya hobi memasak. Beberapa jurusan yang bisa mengakomodasi dua minat ini contohnya adalah teknik pangan dan ilmu gizi. 

Sesuaikan dengan potensi pribadi

Pahami nilai lebih apa yang kamu miliki, baik itu nilai mata pelajaran atau soft skill yang kamu kuasai. Untuk mata pelajaran yang kamu kuasai, kamu pasti bisa menemukannya dengan mudah, misalnya dengan melihat nilai rapor. Sedangkan untuk soft skill, mungkin akan lebih sulit menentukannya, namun kamu bisa mencari tahu, salah satunya dengan menanyakan tentang kelebihanmu kepada orang terdekat. Penilaian ini akan menjadi lebih objektif. 

Contohnya, kamu tahu bahwa nilai mata pelajaran terbaikmu adalah Bahasa Inggris. Lalu, menurut teman-teman dekatmu, kamu adalah tipe orang yang supel, mudah bergaul dan senang berbagi ilmu. Dari dua indikator ini, ada beberapa jurusan yang mungkin cocok untuk kamu, misalnya Pendidikan Bahasa Inggris dan Ilmu Hubungan Masyarakat.

Pahami tujuan di masa depan

Kamu perlu menentukan kira-kira apa yang ingin kamu capai di masa depan, terutama tentang karir apa yang ingin kamu tekuni nanti. Pilihan karir tidak selalu tentang penghasilan saja lho, jadi ini juga perlu kamu pikirkan baik-baik. Tentu saja, tujuan ini bisa berubah sewaktu-waktu nanti, namun setidaknya kamu sudah memiliki arah yang jelas tentang masa depan kamu. 

Contohnya, kamu ingin meniti karir di perusahaan multinasional atau startup. Dengan mengetahui ini, setidaknya kamu bisa mengetahui jurusan-jurusan apa saja yang kemungkinan besar dibutuhkan di perusahaan tersebut di masa depan.

Lakukan riset

Setelah kamu mengenali minat dan potensimu, serta tujuan karirmu, kini kamu bisa mulai untuk melakukan riset seputar jurusan-jurusan yang mungkin cocok. Pertama, buatlah daftar minat dan potensimu, kemudian carilah jurusan apa saja yang bisa mengakomodasi masing-masing minat dan potensimu, serta dapat mendukung tujuan karirmu. Lalu, kamu bisa menentukan jurusan-jurusan mana saja yang memiliki banyak irisan di minat, potensi, dan tujuan karirmu. Jurusan-jurusan ini yang perlu kamu pertimbangkan nanti saat akan mendaftar ke universitas.

Bertanya kepada yang berpengalaman

Saat sudah menemukan beberapa calon jurusan yang paling cocok, saatnya kamu berdiskusi dengan orang-orang terdekat yang lebih berpengalaman, misalnya orang tua, kakak, senior, atau saudara. Dengarkanlah berbagai pendapat dan masukan dari mereka karena selain sudah berpengalaman di bidang karir profesional, mereka juga mengenalmu dengan baik. Bisa saja jurusan yang kamu pilih memang bagus, namun ternyata menurut mereka tidak cocok untuk kepribadianmu. Jadikan ini sebagai bahan pertimbanganmu juga ya.

Sesuaikan dengan batas kemampuan

Akhirnya, tiba saatnya kamu menentukan jurusan yang paling tepat. Kamu adalah orang yang paling mengerti tentang dirimu dan batas kemampuanmu sendiri. Selain mempertimbangkan hal-hal yang sudah disebutkan di atas, kamu harus berpikir realistis dengan kemampuan kamu. Misalnya, kamu memiliki riwayat penyakit tertentu, baik penyakit fisik maupun mental, sehingga ada beberapa jurusan yang tidak bisa kamu pilih. Salah satu contohnya, kamu memiliki penyakit buta warna, sehingga kamu tidak bisa memilih beberapa jurusan yang mengharuskan pendaftarnya bebas dari penyakit ini.

Jangan terburu-buru

Tips terakhir yang juga tidak kalah pentingnya adalah jangan terburu-buru. Pastikan kamu memiliki waktu yang cukup untuk memikirkan dan menentukan jurusan yang paling cocok buatmu. Ingat, kuliah akan berlangsung selama beberapa tahun, jangan sampai kamu salah pilih jurusan hanya karena kamu terburu-buru.

Jadi, bagaimana menurut kamu? Apakah kamu sudah melakukan beberapa tips memilih jurusan studi di atas? Semoga tips dari tim kami ini bisa lebih memudahkan kamu dalam memutuskan jurusan yang terbaik bagi masa depan kamu ya.


Spread the love

Leave a Comment

Logo Beasiswa Korea
situs toto 5 bandar togel terpercaya joker123 slot 5 bandar togel terpercaya sdtoto 10 situs togel terpercaya sdtoto 10 situs togel terpercaya 5 bandar togel terpercaya sdtoto game toto sdtoto